Tarqiyah :
Adnan Abu Amir
Warga Palestina di Gaza mengakui bahwa pasukan udara Zionis penjajah paling sulit dihadapi dalam konfrontasi militer di masa-masa lalu. Mereka belum mendapatkan solusinya. Dalam hal zionis berhasil mewujudkan target cukup banyak dalam membantai para aktivis dan pejuang serta membidik pos-pos persenjataan dan pangkalan militer perlawanan Palestina. Serangan udara ini tidak banyak memakan biaya tinggi dan minim risiko ancaman nyawa terhadap serdadu. Ini yang terjadi dalam agresi tahun 2008 dan pertempuran Pillar of Claud di tahun 2012.
Sejak tahun 2008 sebanyak 911 orang gugur syahid dari 2269 akibat serangan udara 'Israel', sebagiannya besarnya terjadi dalam perang 2008-2009 dan selama perang 2012 gugur sebanyak 143.
Sejumlah kolumnis terkait militer Zionis dalam dua perang terakhir menyatakan, personel perlawanan Palestina berusaha mengalahkan teknik pertempuran pesawat tempur 'Israel' yang memantau dan mengawasi gerak gerik kelompok perlawanan. Mereka menggunakan sarana pengintai dengan kabel atau non kabel untuk mengetahui posisi mereka dan menembus keberadaan mereka dengan gelombang suara.
Di sisi Zionis, mereka mengakui sebanyak 10 pesawat tempur mereka terkena roket jenis Sterilla anti pesawat tempur dalam perang terakhir di Jalur Gaza yang artinya satu roket setiap hari dan menjadi kejutan bagi zionis. Meski roket itu tidak sampai rusak namun hal itu cukup memperkuat kemampuan militer Hamas. Meski sampai saat ini Hamas masih tutup mulut soal ini.
Yang terbaru, di awal Januari 2014, kelompok perlawanan Palestina menggunakan roket anti pesawat tempur terbaru yang beroperasi di perbatasan Gaza bagian timur namun tidak terkena. Akan tetap hal ini tidak diliput oleh media 'Israel' namun media Palestina hanya menyinggungnya sepintas lalu. Berkali-kali Ziois juga sudah mengklaim Hamas memiliki roket dengan hulu ledak anti pesawat tempur yang akan mengancam dan menjatuhkan pesawat yang terbang di atas ketinggian rendah di Gaza. Karena itu, Zionis penjajah menilai hal ini membahayakan pesawat-pesawatnya.
Brigade Izzuddin Al-Qassam mengumumkan lebih dari sekali bahwa mereka berhasil melakukan terobosan serangan melalui darat dan roket anti pesawat yang mengejutkan dan mampu mengenai pesawat heli tempur Zionis dan memaksa mereka untuk mendarat. Bahkan menjatuhkan pesawat pegintai Zionis. Meski tidak memberikan tanggal peristiwa atau bukti fisik. Ini mempengaruhi intensitas penerbangan pesawat tempur di atas udara Gaza di masa mendatang. Namun Hamas melansir rekaman video yang menampilkan bangkai pesawat tempur Zionis yang dijatuhkan di pantai Gaza di akhir November 2012.
Brigade Al-Qassam mengungkap untuk pertama kalinya kepemilikannya terhadap roket-roket anti pesawat jenis Same 7 di Gaza dalam pameran parade militer pertengahan September 2003 lalu disamping senjata otomatis ringan di antara senapan bidik, roket RPG anti tank, senjata berat untuk kendaraan roda empat.
Unit Pertahanan Udara Palestina mulai dengan sumber daya yang ada dengan memproduksi senjata otomatis menengah dan berat. Namun mereka mampu selama kurun terbatas menjadi ancaman bagi pesawat dan menghalangi beroperasinya pesawat itu. Mereka mampu menjatuhkan 3 balon udara pengintai yang diterbangkan untuk memata-matai wilayah utara dan selatan Gaza. Pihak perlawanan Palestina juga mengingatkan bagaimana pesawat Zionis jenis Helokopter berhasil dihentikan terbang di atas udara Gaza awal tahun 2013 karena Zionis mendengar perlawanan Palestina memiliki roket anti pesawat.
Komandan militer lapangan di Gaza mengatakan, “Hak kelompok pejuang perlawanan Palestina memiliki berbagai macam jenis senjata yang membantu mereka menghadang peralatan tempur 'Israel' setelah Gaza menjadi ladang percobaan bagi berbagai macam roket dan bom fosfor yang dilepaskan oleh pesawat tempur 'Israel'. Perlawanan Palestina tidak akan memberikan peluang bagi militer Zionis untuk berbuat sepuasnya seperti sebelumnya.”
Saat ditanya soal jumlah roket anti pesawat yang dimiliki perlawanan Palestina di Gaza, komandan militer mengatakan, semua sayap militer di Gaza sudah memiliki dan bukan hanya didominasi oleh satu pihak saja. Namun ia menjelaskan bahwa udara Jalur Gaza  masih tidak lagi dikendalikan oleh pasukan udara 'Israel' dan menjadi bulan-bulanan mereka serta menjadi obyek pesawat mereka baik pesawat pengintai, helicopter atau F16 mereka. Mungkin mereka akan terbang bebas di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza  namun era itu sudah berakhir dan tidak akan kembali. (pip/to)
 Wallahu A‘lam.

Post a Comment

أحدث أقدم