Tarqiyah : Doha - Dr. Yusuf Qardhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, menyerukan kepada umat Islam untuk menggalang aksi dukungan membela Masjidil Aqsha, sebagai respon eskalasi kejahatan penjajah zionis, yang berupaya membagi Al-Aqsha.
Dalam rilis yang diterima Pusat Informasi Palestina, Selasa (15/4) Qardhawi menuntut adanya upaya massif yang disebutnya mengacaukan keamanan penjajah Israel, dan melawannya dengan segenap cara yang memungkinkan.
Qardhawi menyatakan, tindakan kejahatan zionis terhadap Al-Quds dan Masjidil Aqsha, terutama pada hari paskah yahudi, harus direspon serius oleh umat Islam. Sehingga penjajah membayar harga mahal setiap kali melakukan kejahatan terhadap tempat suci umat Islam. Al-Quds merupakan tempat suci milik bangsa Arab dan umat Islam, dan penjajah zionis harus hengkang.
Penjajah Israel harus tahu bahwa tempat suci lebih mahal dari nyawa kami, dan kami tidak akan membiarkan penjajah mengacaukan Al-Aqsha dan menodai tempat suci kami. Dan kami juga tahu bahwa umat tidak akan lamban dalam membela Al-Quds dan Masjidil Aqsha, serta memberikan dukungan untuk membantu keduanya.
Qardhawi menegaskan, kebijakan pemerintah zionis terhadap Al-Quds cukup untuk mengobarkan kawasan, dan memicu meletusnya Intifadah Palestina ketiga, yang akan mengembalikan kehormatan umat.
Syeikh Qardhawi menyebutkan, Masjidil Aqsha saat ini mengalami serangan keji yahudi, sementara penjajah zionis berupaya membagi AL-Aqsha untuk kaum muslimin dan yahudi, serta menguasai penuh kota Al-Quds, dengan tujuan membangun Al-Quds Raya. Hanya saja semua upaya penjajah zionis tidak akan mampu mengubah realitas, Al-Quds adalah milik bangsa Arab dan umat Islam, dan tidak akan pernah beralih kepemilikan kepada penjajah.
Qardhawi menyerukan kepada segenap elemen umat untuk menggelar solidaritas di hari Jumat membela Masjidil Aqsha, sebagai respon atas kebijakan yahudisasi terorganisir yang dilakukan penjajah. Kaum muslimin di dunia tidak boleh berdiam diri melihat kejahatan yang dilakukan yahudi menodai Masjidil Aqsha.
Qardhawi menyebutkan, membela Masjidil Aqsha hukumnya wajib bagi setiap muslim di dunia, dan menjadi amanah di setiap pundak semua kaum muslimin. Al-Quds merupakan persoalan bangsa Arab dan kaum muslimin, dan bukan hanya persoalan Palestina sendiri. Tanggung jawab membebaskannya berada pada setiap individu, organisasi dan umat Islam semampu mereka masing-masing, pungkasnya. (qm)
 Wallahu A‘lam.

Post a Comment

أحدث أقدم