Tarqiyah : Rusia akhirnya mengkonfirmasi, bahwa pasukan tempurnya benar-benar telah dikerahkan di dekat Ukraina. Tak mau kalah, Amerika Serikat (AS) juga bersiap mengerahkan pasukan tempurnya ke Eropa timur, tepatnya ke Polandia.

Rusia jengkel dengan ancaman AS yang selalu ingin menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Moskow jika perundingan damai untuk Ukraina di Jenewa gagal.

”Kami memiliki pasukan di berbagai daerah, dan ada tentara di dekat perbatasan Ukraina. Beberapa berbasis di sana, yang lain telah dikirim sebagai bala bantuan karena situasi di Ukraina,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov yang disiarkan stasiun televisi Rossiya 1.

Peskov mengatakan Rusia tidak akan sudi untuk memikul tanggungjawab sendirian atas krisis di Ukraina timur. Menurutnya, ancaman sanksi tambahan dari Washington benar-benar tidak dapat diterima.

”Rekan-rekan (negara) Barat kami mencoba untuk mendorong tanggung jawab (untuk melaksanakan kesepakatan damai) terhadap pihak kita. Tapi harus digarisbawahi, bahwa itu adalah tanggung jawab bersama,” ujar Peskov, seperti dikutip Reuters, Sabtu (19/4/2014).

Sementara itu, Polandia dan Amerika Serikat mengumumkan, bahwa mulai pekan depan, AS akan mengerahkan pasukan daratnya ke Polandia. Hal itu sebagai bagian dari pengerahan pasukan NATO di Eropa tengah dan timur untuk merespon kekacauan di Ukraina. Persiapan pengerahan pasukan AS itu disampaikan Menteri Pertahanan Polandia, Tomasz Siemoniak kepada Washington Post.

“Akan ada kerja sama intensif dalam pertahanan udara, pasukan khusus, cyberdefense dan lain-lain. Polandia akan memainkan peran utama di kawasan regional di bawah perlindungan AS,” kata Siemoniak.

Dia tidak akan khawatir dengan situasi di Eropa selama kekacuan di Ukraina timur belum reda. Sebab, pasukan AS sudah siaga di Eropa.”Eropa aman dan akan aman karena Amerika berada di Eropa,” lanjut dia yang tidak merinci jumlah pasukan AS yang akan siaga di Eropa.(SN)

 Wallahu A‘lam.

Post a Comment

أحدث أقدم