Tarqiyah : Ramallah – Pemimpin gerakan Hamas, Nazih Abu Aun mengecam sikap dunia yang diam seribu bahasa ditengah serangan sistematis tentara Zionis dan para pemukim dengan dukungan Amerika tanpa batas.
Abu Aun mengisyaratkan sikap dunia Islam dan Arab tidak beranjak dari kecaman menghadapi serangan terhadap Masjid Al-Aqsha. Seharusnya lembaga-lembaga dunia mengambil sikap yang diperlukan sebelum segala sesuatunya terlambat dan sebelum mereka menguasai penuh Al-Aqsha secara nyata.
Sementara itu, bangsa Palestina sibuk dengan perpecahan dan perundingan yang terus menerus antara Otoritas Palestina dengan Israel yang justru memberi kesempatan pada Zionis untuk meningkatkan serbuanya pada Al-Aqsha.
Di pihak lain, Syaikh Jamil Hamami anggota Badan Tinggi Islam dan profesor bidang kajian Islam di Universitas Al-Aquds menegaskan, Masjid Al-Aqsha dalam kondisi yang sangat mengkhawatir menuntut ummat Islam dan Arab serta para pemimpinya bersikap serius dan bertanggung jawab secara agama maupun historis untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dari rencana Zionis.
Terkait dengan kampanye para pemuda Masjid Al-Aqsha dengan tema “Kami semua Penjaga Al-Aqsha” adalah langkah yang benar menuju pembebasan Al-Aqsha. Respon yang positif atas kondisi ini merupakan kewajiban nasional dan agamis bagi seluruh kaum muslimin. Karena masalah Al-Aqsha bukan hanya masalah permusuhan tetapi juga bagian dari Aqidah Islam.
Sementara itu, Direktr Al-Aqsha, Najih Bukairat mengecam niat Zionis melakukan serangan balas dendam terhadap warga Al-Quds atas perlawananya membela Al-Aqsha dan menggagalkan rencana mereka. Ia mengatakan, Israel membenci warga Al-Quds karena sikap mereka yang tetap berupaya memberikan perlawanan dalam mengaggalkan rencana Zionis. (asy)
Wallahu A‘lam.
Abu Aun mengisyaratkan sikap dunia Islam dan Arab tidak beranjak dari kecaman menghadapi serangan terhadap Masjid Al-Aqsha. Seharusnya lembaga-lembaga dunia mengambil sikap yang diperlukan sebelum segala sesuatunya terlambat dan sebelum mereka menguasai penuh Al-Aqsha secara nyata.
Sementara itu, bangsa Palestina sibuk dengan perpecahan dan perundingan yang terus menerus antara Otoritas Palestina dengan Israel yang justru memberi kesempatan pada Zionis untuk meningkatkan serbuanya pada Al-Aqsha.
Di pihak lain, Syaikh Jamil Hamami anggota Badan Tinggi Islam dan profesor bidang kajian Islam di Universitas Al-Aquds menegaskan, Masjid Al-Aqsha dalam kondisi yang sangat mengkhawatir menuntut ummat Islam dan Arab serta para pemimpinya bersikap serius dan bertanggung jawab secara agama maupun historis untuk menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dari rencana Zionis.
Terkait dengan kampanye para pemuda Masjid Al-Aqsha dengan tema “Kami semua Penjaga Al-Aqsha” adalah langkah yang benar menuju pembebasan Al-Aqsha. Respon yang positif atas kondisi ini merupakan kewajiban nasional dan agamis bagi seluruh kaum muslimin. Karena masalah Al-Aqsha bukan hanya masalah permusuhan tetapi juga bagian dari Aqidah Islam.
Sementara itu, Direktr Al-Aqsha, Najih Bukairat mengecam niat Zionis melakukan serangan balas dendam terhadap warga Al-Quds atas perlawananya membela Al-Aqsha dan menggagalkan rencana mereka. Ia mengatakan, Israel membenci warga Al-Quds karena sikap mereka yang tetap berupaya memberikan perlawanan dalam mengaggalkan rencana Zionis. (asy)
Wallahu A‘lam.

إرسال تعليق