Tarqiyah : BENTIU, - Ratusan warga sipil tak bersenjata dari Sudan Selatan dan luar negeri telah dibunuh secara brutal di dalam masjid, gereja dan rumah sakit setelah pasukan pemberontak merebut kota Bentiu, ibukota negara bagian Unity yang merupakan penghasil minyak.

"Kami yakin bahwa setidaknya 400 orang tewas di Bentiu dalam seminggu terakhir," Toby Lanzer, pejabat tinggi PBB di Sudan Selatan, mengatakan kepada CNN pada hari Rabu 23 April, demikian lansir onislam.net.

Pembantaian itu terjadi ketika pasukan pemberontak merebut kota Bentiu pada 15 dan 16 April. Mereka mencari sejumlah tempat di mana ratusan penduduk Sudan Selatan dan warga sipil asing telah mengungsi.

Warga mencari perlindungan di gereja-gereja, masjid dan rumah sakit ketika para pemberontak menyerang kota Bentiu, Misi PBB di Sudan Selatan (UNMISS) mengatakan.

Suku Non-Nuer Sudan Selatan dan warga negara asing dicari-cari dan dibunuh, kata UNMISS.

Sekitar 200 warga sipil dilaporkan tewas di Masjid Kali-Ballee di mana mereka mencari perlindungan.

Di rumah sakit, pria, wanita dan anak-anak dari etnis Nuer, yang bersembunyi dari pasukan pemberontak saat mereka memasuki kota, juga tewas dibunuh.

"Kekejaman ini harus benar-benar diselidiki dan pelaku dan komandan mereka harus bertanggung jawab", kata komandan UNMISS, Raisedon Zenenga, dalam siaran pers oleh UNMISS pada hari Senin tanggal 21 April.

Seiring dengan laporan mengerikan dari pembunuhan massal, misi PBB menyesalkan adanya fakta bahwa pasukan pemberontak menggunakan stasiun radio lokal untuk menyiarkan pidato kebencian. Pemberontak mengumumkan melalui radio bahwa kelompok-kelompok tertentu harus meninggalkan kota dan mendesak pria memperkosa wanita.

Sudan Selatan, salah satu negara termiskin di dunia, jatuh ke dalam kekacauan antar etnis Desember lalu.

Suku Nuer mendukung pemimpin pemberontak Riek Machar sementara saingannya, Presiden Salva Kiir berasal dari suku Dinka. Sejak itu, lebih dari satu juta orang telah meninggalkan rumah mereka akibat konflik. [rmd]

 Wallahu A‘lam.

Post a Comment

أحدث أقدم