Tarqiyah : Jakarta  - Koalisi Partai Islam yang digagas ormas-ormas Islam tingkat pusat untuk mempertemukan parpol Islam dan berbasis massa Islam rupanya membuat gerah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Melalui video yang disebarkan melalui YouTube, SBY mengritik rencana koalisi poros tengah jilid II yang didasari oleh parpol Islam dan berbasis massa Islam. Menurut SBY, politik ideologis dan sektarian tidak baik bagi bangsa Indonesia yang majemuk.

 "Kalau mau berkompetisi dalam demokrasi modern, kedepankan agenda, platform, dan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Dalam era politik modern, jangan pikirkan politik ideologi ataupun sektarian,” kata SBY dalam video yang diunggah di laman Youtube, Jumat (18/4/2014).

Dalam video yang diunggah oleh akun suara demokrat, SBY menempatkan dirinya sebagai Ketua umum Partai Demokrat. SBY menjelaskan, Indonesia pernah mengalami konflik besar karena politik sektarian, ataupun yang mengedepankan politik ideologis.

“Kita pernah alami konflik karena benturan ideologi. Politik sektarian tidak baik bagi bangsa yang majemuk. Saya sebagai Presiden dalam 10 tahun terakhir merasakan bangsa Indonesia tidak ingin, juga tidak butuh, politik yang dipengaruhi pikiran ideologis dan sektarian,” ujarnya.

Kegerahan SBY ini muncul setelah adanya gerakan dari sejumlah ormas Islam di Jakarta yang berusaha mempertemukan dan mendorong parpol Islam untuk berkoalisi. Koalisi parpol Islam bertekad menggabungkan seluruh partai poros tengah yang terdiri atas partai Islam melalui koalisi besar untuk mengemban aspirasi umat.

Aspirasi untuk menggalang keuatan politik Islam tentu wajar adanya. Berdasar hasil hitung cepat, gabungan perolehan suara lima parpol Islam mencapai angka 32 persen.

Pada Kamis malam (17/4) bahkan sudah digelar pertemuan antara tokoh-tokoh Islam dengan para politisi dari partai berbasis Islam di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2014).

Hadir dalam pertemuan itu antara lain, mantan Ketua MPR RI Amien Rais, Ketua MUI Pusat KH Cholil Ridwan, Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir, Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath, Wasekjen PBNU Masduki Baidhowi, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid, Sekretaris MPP DPP PAN Azwar Abu Bakar, Bendahara Umum PKB Bahrudin Nasori, Waketum PPP Emron Pangkapi dan sejumlah politisi PBB.

 Wallahu A‘lam.

Post a Comment

أحدث أقدم