Tarqiyah : BANGUI - Lebih dari 20 orang, kebanyakan warga sipil, telah meninggal dalam bentrokan baru-baru ini di Republik Afrika Tengah (CAR).

Bentrokan pecah antara milisi Kristen dan penduduk Muslim awal pekan ini di Grimari, sekitar 300 kilometer (190 mil) timur laut dari ibukota Bangui, demikian laporan Press TV.

"Terdapat 22 yang meninggal, empat di antaranya adalah perempuan terbunuh oleh peluru nyasar," Michel Sefionam, kepala pusat medis Grimari dan anggota dari Palang Merah setempat, mengatakan pada hari Rabu.

"Terdapat lima pejuang Seleka (muslim) dan dua milisi anti-Balaka tewas. Sebagian besar (lainnya) orang yang tewas adalah warga sipil," kata Sefionam.

Terdapat sejumlah laporan yang berbeda mengenai penyebab bentrokan.

Afrika telah menghadapi kerusuhan mematikan sejak Desember tahun lalu, ketika milisi Kristen anti Balaka melancarkan serangan-serangan terkoordinasi terhadap  kelompok Muslim Seleka yang menggulingkan pemerintah pada Maret 2013. Kekerasan tidak hanya menyasar pejuang muslim Seleka tetapi juga mengarah kepada pembantaian warga muslim sipil.

Penjaga perdamaian asal Prancis dan Afrika yang berada di negeri ini, tetapi mereka tidak mampu menghentikan kekerasan dan bahkan dalam beberapa kesempatan telah dituduh ikut memfasilitasi pembantaian terhadap Muslim. [rmd]

 Wallahu A‘lam.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama